Bianto Surodjo: Investor Sukses Tak Perlu Gelap Mata

Memilah kebutuhan dan memperhitungkan rentang waktu untuk investasi adalah poin utama bagi Direktur Retail Banking PT Bank Permata Tbk, Bianto Surodjo. Penerapan hal tersebut tercermin dalam portofolio miliknya yang terdiversifikasi.

Bianto Surodjo

Bianto memutuskan terjun berinvestasi secara langsung pada 1995 silam. Kala itu merupakan tahun pertama ia bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri. Sebagian dari gaji yang terdiversifikasi.

“Karena jumlahnya masih kecil. Namanya gaji pertama ya, jadi investasi waktu itu dalam bentuk tabungan dan deposito,” kisah pria lulusan Sarjana Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung ini.

Sejak muda, Bianto memang sudah menanamkan dalam dirinya untuk menyisihkan sebagian pendapatan guna menabung.

Ia kemudian melihat investasi sebagai salah satu medium yang tepat untuk menjamin masa depan. Karena dia menganggap, investasi bukan untuk mendulang untung, Bianto enggan bermain dengan risiko tinggi. Dia sudah menghitung secara matang fime frame kebutuhan.

Horizon waktu menjadi pertimbangan utama. “Dana ini dibutuhkan untuk apa dan kapan. Kalau dibutuhkan kan segera ya dialihkan pada jenis investasi perbankan, sedangkan jangka panjang lebih beragam bentuknya,” jelas Bianto.

Portofolio jangka pendek Bianto terdiri dari tabungan dan deposito. Sementara jangka panjang disetorkan ke jenis investasi obligasi, saham, reksadana dan properti. “Memang risiko properti dan saham tidak bisa disamakan, tapi paling tidak, terlihat jelas dalam jangka panjang grafiknya akan selalu meningkat,” papar Bianto.

Kehati-hatian dan perhitungannya yang matang membuat Bianto sampai kini belum menderita kerugian yang signifikan.

Kalau berbicara kerugian minor, hal itu wajar ketika seseorang berinvestasi. Tapi pertimbangan horizon waktu sesuai kebutuhan, Bianto malah mendulang untung berlipat dari waktu ke waktu.

Petuah orangtua

Lain cerita ketika Bianto memutuskan berkeluarga. Pria yang menjabat sebagai Direktur Retail Banking Bank Permata ini melirik jenis investasi asuransi. “Tentu untuk merasa aman tidak hanya pribadi tapi juga untuk seluruh keluarga,” ujar pria berusia 44 tahun ini.

Bianto mengaku sebagai investor moderat. Tidak gelap mata akan janji untung berlipat. Namun lebih menilik sejauh apa jenis investasi itu bisa memenuhi kebutuhan ia dan keluarganya baik dalam waktu dekat maupun jangka panjang.

Menurut Bianto, investasi adalah hal yang perlu ditanamkan kepada keluarga. Sebab, ia mendapatkan pengajaran soal investasi dari kedua orangtuanya. “Orangtua saya menanamkan sejak kecil, berapapun uang yang dimiliki sisihkan porsi lebih besar untuk tabungan. Baru sisanya dibelanjakan. Jadi bukan kebalikannya,” kata Bianto.

Meneruskan apa yang sudah tertanam di keluarganya, Bianto pun terus mengingatkan hal yang sama kepada kedua putranya. Apalagi kini tingkat konsumsi masyarakat muda jauh lebih tinggi daripada di jamannya.

Teknologi dan perkembangan jaman memudahkan bertumbuhnya sifat konsumtif. “Paling tidak jika diingatkan terus menerus, lama kelamaan akan jadi kebiasaan. Walau saat ini mungkin tahapnya baru sampai menabung,” tutur Bianto.

Pentingnya kesadaran menabung dan mengamankan kebutuhan di masa mendatang, perlu tertanam kuat pada diri setiap calon investor. “Seoranfmg investor harus mengenal betul instrumen investasinya. Tentukan target waktu dan kebutuhan yang ingin dipenuhi serta jangan pernah berhenti untuk terus memahami keadaan pasar,” saran pria yang lahir di Ponorogo ini.

***

Diambil dari koran Kontan edisi Sabtu, 26 Maret 2016. Artikel diedit seperlunya. Gambar diambil dari website Bank Permata.

Advertisements