Sebelum Terlelap Oleh “Grey” Pure Saturday

Utopia Fireworks

Lelah sehabis kuliah harus dilepaskan. Main ke Lokananta selalu jadi pilihan.

Setelah lama menimbang CD apa yang mau dibeli. Saya memutuskan “Grey” karya Pure Saturday. Alasannya sederhana: itu adalah CD paling bagus yang sesuai dengan batasan maksimum uang di dompet. Rp. 40.000 harganya.

Saya belum mengenal dengan baik Pure Saturday. Band asal Bandung ini saya kenal lewat radio. Beberapa lagu yang mereka yang saya tau ada Pagi, Kosong, Di Bangku Taman, dan Pathetic Waltz.

Menurut saya, lagu mereka adalah lagu yang nyaman. Cocok didengarkan kapan saja. Dan tentunya, mereka punya “suara” yang khas. Wajar kalau mereka masih eksis hingga sekarang.

Sepulang dari Lokananta saya memutarnya di laptop milik teman. Intro pembuka album ini terdengar seperti intro film. Dan tidak cocok.

Ini subjektif, ya. 😀

Lagu kedua, ketiga, keempat masih saya dengar. Waktu itu saya mendengarnya sambil rebahan dan sedikit mengantuk. Maklum, kurang tidur dan kurang uang. Halah.

Lagu kelima, kantuk saya hilang. Gara-gara melodi-melodi di lagu Starlight.

Mirip Radiohead apa, ya?

Starlight selesai saya rebahan lagi. Lalu speaker memutar berturut-turut; Utopian Dream, The Air The Empty Sky, Passepartout dan lain-lain sampai album selesai dan saya tertidur dengan pulasnya.

Advertisements