Reka Ulang Kejadian

Slums area in Jakarta

Kejadian itu direka ulang. Polisi yang meminta kepada pelaku untuk mengulangi kelakuan bejatnya. Kata polisi, reka ulang untuk memperjelas perkara. Tapi, di sisi lain, memicu kemarahan warga sekitar.

“Setan!”

“Penjahat Kelamin!”

“Amoral!”

“Bajingan!”

“Kebiri saja dia, Pak!”

Siang itu Jakarta sedang panas-panasnya. Jakarta kota hina. Semua bebas menghakimi sepihak.

Si pelaku merasa apa yang ia lakukan tidak merugikan oranglain. Ia tidak memiliki cacat mental seperti dugaan polisi dan warga sekitar. Ia sehat walafiat.

“Saya tiga bulan menduda, Pak. Saya terpaksa melakukan ini. Saya tidak punya uang untuk membayar PSK.” jelasnya

“Lalu kamu salurkan itu ke kambing?”

“Iya, Pak. Kebetulan ada kambing lewat. Saya sikat saja. Sudah tidak tahan saya.”

Advertisements