Dua Narasumber: Rina P. Soemarno dan Muhsin Syihab

G20

Setelah libur panjang, masuk kuliah pukul 08.00 pagi adalah persoalan. Ditambah malamnya hanya tidur tiga jam adalah persoalan lain. Tapi tetap, harus fokus.

Hari ini, senin (09/05), kuliah diisi oleh sosialisasi Kemlu. Dua narasumber yang dihadirkan adalah Rina P. Sormarno selaku Sekretaris Jenderal Direktorat Multilateral Kementerian Luar Negeri dan Muhsin Syihab, Deputy Director for Sustainable Development. Mereka pernah bekerja bersama saat mengurusi urusan Multilateral di Jenewa, Swiss.

Sebenarnya ada satu narasumber lagi, tapi, karena Beliau dosen kampus, tidak saya kategorikan sebagai narasumber. Lebih ke arah kuliah umum. Hahaha.

Banyak yang bisa diambil dari Bu Rina dan Pak Muhsin. Iyalah, mereka Diplomat. Diplomat praktis. Selalu menyenangkan mendengar cerita pengalaman dari orang yang dekat dengan isu internasional.

Yang paling saya suka, ketika mereka bercerita saat perundingan G-20. Suasana sidangnya seperti apa. Bagaimana sulitnya mencapai tujuan bersama yang sejalan dengan Kepentingan Nasional masing-masing.

Mengenai posisi Indonesia di dunia Internasional. Muhsin Syihab menjelaskan, ada tiga kriteria yang menjadi dasar Kemlu membuat kesepakatan:

1. Menguntungkan Posisi Nasional.
2. Kesepakatan yang diambil menguntungkan dalam jangka panjang.
3. Tidak menguntungkan sama sekali, tetapi tidak merugikan Indonesia.

Sementara Rina P. Soemarno menekankan pada Diplomasi Multilateral. Kerjasama antarnegara. Beliau banyak mengangkat contoh kasus yang saat ini masih menjadi isu global. Mulai dari masalah para pencari suaka, kejahaan perikanan, korupsi, dan FTF (Foreign Terrorist Fighters).

Selesai acara, saya sempat berbincang sebentar dengan Pak Muhsin mengenai ISIS. Mengapa PBB terkesan tidak serius memberantas ISIS? Padahal PBB memiliki sumber daya yang memadai untuk memberangusnya.

Raut wajahnya menunjukkan kesan optimis mengenai pemberantasan ISIS, hanya perlu waktu yang agak panjang memberantasnya sampai ke akar-akarnya. Apalagi sifatnya ideologis.

Advertisements