Ia Tak Butuh Teman Bicara

alone

Ia tak butuh teman bicara. Ia hanya butuh Tuhan-nya.

Sekira umur enam tahun, ia dalam mobil yang membawa Ayah dan Ibunya ke surga. Ajaib. Ia selamat. Walau, sepuluh tahun kemudian ia menyesalinya. Kenapa ia tak selesai sekalian di mobil itu.

Kerabat mengurusnya secara bergantian. Tapi, ia sering memberontak. Sampai akhirnya semua muak dengannya. Ia kini tidur di sembarang trotoar, bahu jalan, pos ronda, halte, masjid, di manapun.

Kerabat mencarinya, bukan karena iba atau apa. Ia tidak boleh ke luar rumah.

Hendro, pamannya, ikut menyebar foto orang hilang. Tidak ada keterangan penyakit kejiwaan dalam kertas yang di tempel di tembok jalan itu, atau cacat mental. Ia pun sudah menginjak remaja dan tau alamat kerabatnya.

Daru Darnaru. 16 tahun. Kulit sawo matang. Rambut keriting pendek. Kaki panjang sebelah.

Ia tak butuh teman bicara. Karena mereka selalu memandang ke arah kakinya.

Advertisements