Claude Debussy Komponis Perancis Tertarik Gamelan Jawa

The Seduction of Claude Debussy

Tahun 1889, dalam rangka memperingati seabad revolusi Prancis, negara itu menggelar pekan raya dan peresmian menara Eiffel. Di kaki menara metalik raksasa yang menjulang dengan mengagungkan teknik modern tersebut, dengan hati-hati dan tampak kontras ditampilkan pula beberapa gong perunggu dan gamelan Jawa.

Keharmonisan ritmenya yang aneh dan irama gendingnya yang khas betul-betul menarik hati seorang komponis muda berbakat yang kala itu berusia 27 tahun. Dialah Claude Debussy.

Itu merupakan awal perjumpaan dan perkenalan Debussy dengan gamelan Jawa, yang nantinya akan mendatangkan ilham dan pengaruh bagi musiknya.

Baca artikel lengkap klik tautan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s