Rule of Law yang dipertanyakan, Albert Venn Dicey

Akil Mochtar

Catatan singkat mengenai Rule of Law yang patut dipertanyakan di Indonesia. Ini yang saya tangkap dari kuliah hari ini. Sebenarnya, materi yang disampaikan adalah PKn tetapi karena diampu dosen fakultas hukum, ya, pembahasan menjadi seru.

Pertama, supremasi hukum, dalam pengertian tidak adanya kekuasaan sewenang-wenang di dalam hukum. Sementara pada prakteknya, dalam masyarakat, masih banyak yang sewenang-wenang terhadap pelaku kejahatan yang dihajar massa sebagai contoh pada copet atau maling. Kasus lain, misal pasangan mesum yang diarak telanjang di pemukiman. Dua contoh kasus itu, adalah contoh dari Rule of Law yang belum diterapkan secara baik di Indonesia.

Prinsip kedua, semua diperlakukan sama di hadapan hukum. Pertanyaan yang mengikuti, lalu kalau hakim saja disuap, bagaimana mendapat perlakuan sama di hadapan hukum. Suap Akil Mochtar, kasus Century yang belum rampung menunjukkan masih banyak yang harus dibenahi Indonesia sebagai negara hukum. Iya negara hukum yang tajam ke bawah, tumpul ke atas.

Ketiga, terjaminnya hak-hak asasi manusia oleh undang-undang serta keputusan-keputusan pengadilan. Saat membahas HAM, siapa yang tidak ingat pembunuhan aktivis HAM Munir?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s