Hukum Adat Yang dilegalkan di Indonesia

SILAMPUKAU

Atas nama “Blog a Day”, ini posting random hari ini. Tapi, saya usahakan tidak terlalu random, supaya, minimal ada sesuatu yang kamu dapatkan dari tulisan ini.

Hari senin artinya jadwal kuliah Hukum Dasar. Dan saya, ampun, sudah tidak mengerti dan termasuk malas membaca buku hukum. Menghapal pasal. Kecuali, tentunya, studi kasus.

Materi pertama hukum adat. Definisinya, hukum adat adalah hukum yang tumbuh bersama masyarakat dalam lingkup tertentu dan turun-temurun.

Di Indonesia sendiri, ada beberapa yang hukum adatnya dilegalkan. Contoh mudah tentunya melihat ke daerah yang diberi keistimewaan dibanding daerah lain. Adalah Aceh, dengan hukum adat yang mengacu ke agama Islam, contoh hukum cambuk dan DIY atau Jogjakarta dengan gubernur seorang Sultan. Daerah lain yang bukan daerah istimewa contohnya Bali, khususnya saat perayaan Nyepi.

Kalau kamu mengambil Papua sebagai daerah dengan hukum adat yang dilegalkan oleh pemerintah (dibuat menjadi peraturan daerah) maka jawabannya akan salah. Karena hukum adat di Papua, bersifat hanya memberatkan bagi seseorang yang bersalah. Papua tetap menggunakan hukum pidana sebagai hukum di daerahnya. Pembayaran denda, lewat babi misalnya, hanya sebagai pemberi efek jera bagi seseorang yang bersalah.

Saat membaca artikel online, pihak kepolisian terkait menganggap warga Papua masih mempertahankan hukum adatnya salah satu alasan karena hukum adat tersebut menguntungkan pihak korban di samping memberatkan pelaku.

Tapi, walau bagaimanapun, hukum adat, di manapun hendaknya dijaga dengan baik karena itu merupakan khazanah lokal. Hasil pemikiran dan budaya di masa lampau yang telah mendiami suatu wilayah dan dipatuhi masyarakatnya. Mengenai hal ini, saya rasa pelaku hukum di Indonesia menempatkan dirinya sesuai tempatnya. Kalau mengacu pada daerah yang telah disebut di atas.

Note: Gambar artikel adalah Silampukau. Tidak ada kaitannya dengan tulisan ini. Hanya, saat menulis ini saya mendengar lagu Silampukau berjudul Doa 1. Direkomendasikan untuk kamu dengar.

Advertisements