Dream Soccer League [Update]

Ini posting tidak penting.

Setiap penggemar sepakbola punya tim impian favoritnya sendiri. Dua klub yang menjadi patokan biasanya Real Madrid dan Barcelona. Kalau negara, ya, Spanyol atau Jerman. Kalau pemain, saya yakin banyak yang memilih Messi, Ronaldo dan Ibrahimovic masuk skuad.

Saya main Dream League Soccer di tablet. Silakan cari di Google Play.

Ini screenshot skuad saya.

image

Belum sesuai keinginan memang. Tapi sejauh ini puas dengan performa tim ini. Tidak ada nama Messi di sini. Cukup Ronaldo saja. Nama Messi sama seperti Robben, tidak akan masuk Dream Team saya. Tidak suka cara main mereka.

Dante dan Boateng adalah duet centre back yang saya kagumi di Munchen. Kalau ada pelapis, saya mau pasang Hummels atau Kompany. Tapi, uang di skuad belum cukup. Hahaha.

Bek sayap kanan dan kiri ada nama Maicon dan Grosskreutz. Tidak usah diragukan. Di game ini, mereka susah sekali dilewati dalam pergerakan satu lawan satu. Pelapis mereka, Sagna dan Cicinho.

Barisan depan, ada Ronaldo, Schurrle dan Callejon. Ketiganya adalah mesin tempur di skuad saya. Pelapisnya hanya ada satu nama, Cuadrado. Belum punya nama yang cocok untuk pelapis mereka di formasi 4-3-3. Bale bagus kali, ya? Atau Hazard?

Oh, ya. Selain nama di skuad utama, di bangku cadangan saya memiliki Fellaini, yang ternyata leda-lede dan tidak cocok main di formasi ini.

UPDATE 27 Maret:

Januari 2018, saya memasang kembali Dream League Soccer di Sony Z2 saya. Dream League Soccer 2018, bersamaan dengan Asphalt, dan dulu ada PES 2018 tapi saya lebih menyukai DLS 2018.

Hingga kini, skuad saya masih belum ideal, namun bisa menjuarai Junior League Division dan Global Challenge Cup, meski telah gugur di Elite Cup karena kalah dari Liverpool. Sialan.

Saya memakai formasi 3 5 2. Bertindak sebagai Attacking Midfielder adalah Adel Taarabt, pelapisnya adalah Ousmane Drame. Tapi saya menyukai Mesut Ozil yang ada di posisi ini. Dua Defending Midfielder yang saya inginkan adalah Fernandinho dan Kante. Saya jarang membeli kiper, jadi Jack Hamilton adalah kiper utama saya sejak awal dan tidak memiliki kiper pelapis. Skema tiga bek, saya suka Chiellini, Barzagli, dan Philip Billing. Biasanya serangan lawan putus di tengah.

Dua striker, saya menggunakan jasa Jose Maria Callejon dan pencetak gol terbanyak di skuad saya: Jeremy Pied. Striker lain yang masuk dalam radar yaitu Salah, Ronaldo, atau Mbappe. Saya suka striker yang strength-nya tinggi namun juga kuat, dan kemampuan shooting dan heading-nya maksimal. Ronaldo adalah kandidat kuat.

Posting ini akan diupdate lagi nanti, kalau DLS 2018 saya sudah sesuai yang diharapkan. Saat ini belum. Skema membangun stadion dengan uang hasil laga dan menjual pemain di DLS 2018 cukup menyenangkan. Sayang, harusnya pemain yang bagus saat main di tim kita harganya ketika dijual tetap setengah harga dari pembelian. Ini yang membuat tim butuh waktu untuk berkembang, macam dunia nyata saja. Pun, skema bangun stadionnya juga butuh biaya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s