Mengenai Tampilan Blog, Jurnalisme dan Buku Rock Memberontak

#Repost @udhakudha with @repostapp. ・・・ #RockMemberontak

Foto kiriman Rock Memberontak (@rockmemberontak) pada Peb 19, 2016 pada 7:17 PST

//platform.instagram.com/en_US/embeds.js

Kalau kamu pengunjung lama blog ini, berarti kamu tau apa yang berubah dari blog ini. Yap. Saya ubah warna template blog ini, dan header yang baru saja saya ganti. Mumpung ada waktu dan kemauan. Selain dua hal itu, ada satu lagi yang saya edit, jumlah posting di halaman utama yang awalnya sepuluh menjadi lima.

Ada satu hal lagi yang mau saya edit tetapi saya pikir akan memakan banyak waktu. Saya ingin ada semacam arsip interview yang telah saya posting di sini dalam satu halaman. Tapi, belum terlalu penting saya rasa.

Karena yang penting saat ini adalah mencari referensi apa perbedaan kebijakan maritim era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono dan Joko Widodo. Nah, ini, ini yang menjadi unik. Kenapa saat mencari referensi saya lari ke internet?

Sebelumnya, seminggu lalu, saya telah diwanti-wanti agar tidak terlalu bergantung dengan internet. Memang semua ada di internet, tetapi sumbernya perlu dipertanyakan. Saat membahas jurnalisme, sayapun diingatkan, tidak ada jurnalisme yang benar-benar murni saat ini. Tentunya ini pandangan pribadi, ya. Informasi yang disediakan, berujung pada kepentingan elitis dan para pemilik modal.

Saat menyinggung stasiun televisi berita tanah air, mungkin kamu tau mana yang beritanya tidak berimbang. Yang satu pro pemerintah, yang lain kontra. Tapi, kita ambil positifnya, kalau mau melihat yang berita baik ya ke stasiun satu, kalau mau berita buruknya pemerintahan saat ini tengok stasiun dua.

Saat membaca online, pembaca harus mau mengoreksi satu berita ke beberapa situs berita online untuk menguji kebenaran. Dan usahakan, jangan membaca di situs berita yang satu manajemen. Kamu tau-lah maksut saya. :D.

Oh, ya. Lupa. Ada bacaan baru saat sedang senggang. Buku “Rock Memberontak” karya Eko Prabowo alias Wustuk. Buku ini mengulas dua musisi grunge Indonesia. Mereka adalah Che Cupumanik dan Robi Navicula. Isinya menarik. Posting berikutnya saya akan ulas mengenai bukunya. Untuk sementara posting ini saya cukupkan sekian.

Terimakasih.

Advertisements