MTB: GRAMORA 6 Orang Gothic

Sebelum blog ini berpindah haluan menjadi blog politik dan sama sekali tidak ada terkaitnya dengan musik. Maka, posting kali ini, kembali ke tema awal yang related dengan musik. Ada wawancara saya dengan band (yang lagi-lagi) gothic. Tanpa perlu basa-basi yang tidak perlu. Silakan baca wawancara Ariesusduabelas (A) dengan GRAMORA (G). Tidak ada gambar di interview ini, akan diupdate nanti.

A: Ada perbedaan personel antara yang di blog kalian dengan di Reverbnation. Lalu, siapa saja personel GRAMORA saat ini? 

G: Oh iya, kebetulan untuk di blog dan Reverbnation kami belum sempat  mengupdate karena lumayan lama kami mencari kekosongan di keyboard dan mungkin karena kesibukan masing-masing personil juga (sibuk mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian. Hahaha). Jadi mohon maaf belum sempat kami olah kembali. Dan line up saat ini ada 6 orang; Venia Lin, Rip Hammet, Amin Chow, Amiraz, Arif WF dan Ari CHS.

A: Kenapa memilih genre gothic? Apa ada kaitannya  dengan Vania yang  seorang vokalis, yah wanita, seneng dandan pasti. Hahaha. 

G: Pada zaman dahulu kala si vokal awalnya dikenalin musik gothic oleh si penggebuk drum. Mungkin si vokal tersihir oleh musik beraliran gothic ini dan berniat membentuk sebuah band padahal di kala itu dia-pun memiliki band yang beraliran rock alternative. Pada akhirnya GRAMORA pun terbentuk meski sempat vakum setengah tahun karena mengalami beberapa kali pergantian personel. Tapi Insyaallah mudah-mudahan untuk line up 2016 ini menjadi keluarga yang sakinnah mawadah warohmah. Hahaha.

A: Menurut kalian, apa kelebihan dan kekurangan band kalian? 

G: Ya, kalau menurut kami kelebihan itu biarlah orang lain yang menilai tapi kekurangan, oh, jelas banyak sekali kekurangannya. Hahaha.

A: Ini pertanyaan bersifat pribadi. Apa yang dicari dalam hidup? 

G: Sukses dunia akhirat. :D. Ketenangan, dan yg paling penting mencari ridha Allah SWT.

A: Gothic: Personel banyak, harus dandan, gimana dengan honor sewaktu manggung? Cukup? 

G: Ya kalau masalah honor si di cukup-cukupin aja. :D.

A: Ketika saya minta pendapat tentang Joko Widodo, apa yang ada di pikiran kalian? 

G: Pak Joko Widodo, Beliau orang yang hebat, sederhana, peduli rakyat kecil, dan aku suka “blusukannya” itu yanh jarang dilakukan petinggi-petinggi yang lain. Awalnya saya sendiri tidak menyangka Beliau menjadi Kepala Negara ini maklum saya dan teman-teman kurang mengikuti perkembangan politik. Yang jelas kami sebagai rakyat biasa hanya bisa mendoakan supaya Negara kita tercinta ini bisa lebih baik lagi di masa yg akan datang dibawah Pemerintahan Pak Joko Widodo. Amien.

A: Siapa personel sentral di dalam band? Alasannya? 

G: Si penggebuk drum, Ari CHS, meskipun GRAMORA dibentuk oleh Venia, tanpa Ari CHS, jujur saja GRAMORA bukan apa-apa. Seperti sayur tanpa ada airnya kali ya. Hahaha. Oleh karena itu Ari CHS dipilih jadi motor dalam band ini.

A: Kalau tidak ada dia, apa yang terjadi dengan GRAMORA nantinya?

G: Sekiranya tidak ada dia, dalam jangka waktu pendek mungkin kami bisa mengganti dengan additional tapi untuk jangka panjang kami pikir GRAMORA akan kehilangan arah. :D. Karena pergerakan GRAMORA adalah muntahan dari ide-ide dia, dan kamipun banyak belajar dari seorang Ari CHS.

A: Pertanyaan aneh, apabila menjadi pemimpin daerah kalian sendiri. Apa  yang kalian lakukan? 

G: Wah untuk pertanyaan ini, kita sedikitpun tidak terbayang ke arah sana. Yang jelas jika saya sendiri jd pemimpin daerah Insyaallah saya akan mendukung kegiatan musik dan pergerakan underground. 😀

A: Do you think english are matters to be lyrics? 

G: Ya.. tapi tidak semua kata dalam bahasa inggris bisa dijadikan lirik.

Note: This good interview will be available too in English. While me as a ‘bad translator’ take a times to translate this interview, you can also follow my instagram account here.

Advertisements