68% Orang Yang Memiliki Gangguan Kejiwaan adalah Laki-laki

Data di tahun 2015 mengatakan 68% orang memiliki gangguan kejiwaan adalah laki-laki, sedang wanita hanya 32%. Dalam angka, 68% adalah 9400 jiwa dan 32% adalah 4499 jiwa berdasarkan data dari RSJ Prof. Dr. Muhammad Ildrem.

Beauty street

Hal yang cukup aneh ketika masyarakat luas menyangka laki-laki lebih kuat daripada wanita. Dosen saya mengatakan hal ini karena masyarakat luas menilai dari kekuatan fisik laki-laki. Padahal, secara psikis wanita jauh lebih kuat daripada laki-laki.

Hal ini lalu dikaitkan dengan kebiasaan “baik” wanita yang lebih ekspresif mengungkapkan perasaannya. Curhat dengan teman, menulis diary ataupun menangis.

Sementara laki-laki, apalagi masyarakat Jawa, seperti salah orang tua mengajarkan.

“Anak laki-laki jatuh kok nangis. Cengeng!”

Padahal kita semua tau, sakit tidak mengenal jenis kelamin, gender, warna kulit, ras, kaya atau miskin. Sakit ya sakit. Kalau anak-anak ya nangis. Nangis kok ndak boleh?

Maka, mungkin sekarang pola pikir harus dirubah. Tak salah laki-laki bercerita, curhat, mengeluarkan keluh kesah. Mencari bahu untuknya bersandar karena ternyata ia tak cukup kuat untuk dijadikan tempat bersandar (berdasarkan data di atas). Hahaha.

Siapa tau dengan itu, tahun ini, angka gangguan jiwa menurun. Terutama pada laki-laki. 😀

Advertisements

3 responses to “68% Orang Yang Memiliki Gangguan Kejiwaan adalah Laki-laki

Comments are closed.