Mesin Penenun Hujan

Kebiasaan lama terulang kembali. Mendengar satu lagu dan memutarnya berulang-ulang. Kali ini saya memutarnya secara tidak rasional, lewat channel di Youtube. Tanpa jaringan wifi gratisan. Hanya mengandalkan jaringan ponsel.

and it rained all night

Tepuk tangan untuk saya.

Adalah Frau dengan “Mesin Penenun Hujan” yang membuat saya kembali kagum. Liriknya puitis, bahkan ada yang menilai, sastrawi. Bagaimana Frau menulis lagu putus cinta tanpa kesan kesedihan yang mendalam, justru menjadikannya pemacu untuk menjalani kehidupan secara lebih tegar dan bermakna.

Tetapi esok nanti Kau akan tersadar.
Kau temukan seorang lain yang lebih baik.
Dan aku kan hilang.
Ku kan jadi hujan. Tapi takkan lama.
Ku kan jadi awan.

Sedih tidak mengapa. Menangis tidak pernah salah. Ketika bersama memang bukan takdir yang telah digariskan. Berpisah adalah jalan terbaik. Ia menemukan seorang yang lebih baik, begitupun kita. Berdua akan menuju kebahagiaan, di jalan masing-masing.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s