Interview: BACK FOR REVENGE, Malaysia

BACK FOR REVENGE menjadi band kedua asal Malaysia yang saya interview di blog ini. Sebelumnya ada KILLEUR CALCULATEUR yang mengisi slot post interview di sini. Tanpa perlu lagi basa-basi yang tidak perlu, silakan baca interview dengan band asal Lahad Datu, Sabah, Malaysia ini.

Ceritakan awal band kalian terbentuk. Siapa saja personelnya?

BACK FOR REVENGE terbentuk pada tahun 2012, dianggotai oleh 4 orang yaitu, Zul (vokal) Mimin (1st guitar) Anep (2nd guitar) dan Epung (drum). Kita mulai sering latihan di studio jamming bersama-sama, namun tidak kekal lama kerana Zul telah pergi bekerja ke Semenanjung manakala Anep pula tidak dapat bersama dengan band kerana dia ingin fokus dengan pembelajarannya di sekolah. Tidak lama selepas itu kita mengajak Apan untuk bergabung denga band di mana posisi pun bertukar Epung (vocal and guitar), Apan (bassist), Mimin (drum). Dan dengan line up ini BFR pertama kali di invite untuk main gigs di Tawau diujung tahun 2012 . Pada bulan febuari 2013 BFR diinvite untuk bermain di Sandakan. Apan dan Mimin telah mempelawa Sam untuk bermain guitar dan Epung mengajak Akmal untuk bermain bass. Posisi line up diubah semula Epung (vocal) Sam (1st guitar) Apan (2nd guitar) Akmal (Bas) dan Mimin (Drum). Tapi Akmal hanya dapat bermain sekali dengan kita kerana dia telah berkahwin. Selama setahun posisi bassist itu tidak di isi  namun kita terus aktif dan berjaya mencipta beberapa lagu. Akhirnya Apan telah menemui Atun dan kita sepakat untuk mengambil Atun menjadi bassist dalam band. Setelah itu lengkaplah line up BFR. Selepas itu barulah kita merilis demo BFR 2014 :’). Formasi lengkap menjadi Epung (Vocal), Sam (1st guitar), Apan (2nd guitar), Atun (Bass) dan Mimin (Drum).

Kenapa dinamakan BACK FOR REVENGE?

BACK FOR REVENGE diberi nama oleh Zul (Ex BFR). Katanya ia membawa maksut tidak mudah menyerah, tetap terus bangkit untuk menggapai apa yang di inginkan.

Tujuan membuat band apa?

Pada awalnya kami membuat band atas dasar minat bermain musik, dalam masa yang sama kami coba menyebarkan pesan melalui lagu, kerana pada pendapat kami pesan yang sampaikan melalui lagu mungkin efektif. Apa yang kita tidak puas hati serta apa yang ingin kita ubah kita suarakan dalam lagu-lagu kita. Lihatlah pada hari ini keadaan duni kita macam mana? Terlalu banyak perkara yang menyakitkan mata kepala ini seperti peperangan yang tiada henti, penipuan dalam politik yang senantiasa dilindungi. Isu perkauman (ras) masih terjadi, ada lagi manusia yang memuliakan bangsanya sendiri dibanding bangsa lain, narkoba dijual seperti ikan di pasar, perdagangan manusia yang semakin menjadi-jadi, anak anak dijadikan pengemis dan wanita dijadikan hamba seks, dijual oleh manusia yang tidak berperikemanusian yang dari dulu hingga kini tidak ada kelihatan jalan akhirnya. Kita cuma berharap 
agar masyarakat membuka mata hati akal dan pikiran agar lebih peka dengan sifat kemanusian yang semakin pudar.

Alasan kalian menggratiskan lagu bebas download kenapa? Bagaimana
dengan pemasukan band kalian?

CD BFR Demo 2014 kita rilis cuma sedikit saja,  40 keping. Karena kualitas bunyi yang kurang memuaskan cuma separuh yang kita jual dan yang selebih kita berikan kepada kawan-kawan, lagi pula home recording juga, jadi tidak membebankan kerana semuanya direkam mengunakan laptop dan mengunakan instrument milik kita sendiri. Kita tidak mengharap keuntungan dari penjualan CD tersebut, kita cuma mau agar yang lain juga dapat mendengar apa yang ingin kita  sampaikan.

Selain di band, apa kesibukan masing-masing personel?

Epung: jurukaca, Apan: koki (juru masak), Atun: receptionist, Sam: receptionist, Mimin = operator kilang.

Beri pendapat kalian tentang;
a. Politik?
b. Band?
c. Gigs?
d. Indonesia?

Politik: siapa saja di dalamnya, yang penting dia berlaku adil, melakukan
hal yang sepatutnya untuk rakyat. Sayang sokong politik. Namun jika yang memangku politik itu pendusta maka kenapa harus tunduk? diam tanpa suara?

Band: bermain musik dengan menyelitkan pesan tertentu agar di sekeliling kita sadar akan kenyataan tentang kehidupan sehari-hari.

Gigs: gigs di Sabah jarang pergi sebab personel kami banyak sibuk dengan hal masing masing. Jika ada kesempatan untuk hadir ke gig itu maka kami hadir. Sebab dalam gig kita enjoy, jumpa kawan lama dan baru berkongsi maklumat berkongsi
minat berkongsi kebencian. Hahaha.

Indonesia: Tidak pernah lagi jejak kaki ke sana. Lagipun band kami masih baru. Namun jika ada kesempatan, mungkin akan ke sana meliht scene Indonesia. Bagaimana kehidupan mereka dibanding dengan kami yang berada di Sabah ini. 😀

Apa strategi agar band kalian imortal?

Kalau dari strategi itu memang tiada lagi selain dari membuat lagu dan mierilisnya sendiri supaya teman-teman yang lain dapat mendengarkan lagu kami. Setiap band juga memang mau bertahan selama yang mungkin, tapi apa yang lebih penting ialah komitmen. Apa yang mampu disumbangkan kami sumbangkan bukan saja untuk scene tapi juga untuk masyarakat. Tapi malangnya bukan semua orang dapat menerima musik kami, apalagi musik bising yang
tidak ada ciri-ciri keromantisannya dan fantasinya. Lagipun tujuan asalnya bukan untuk mencari peminat. Apapun selagi tidak kering ide dari masa ke semasa juga kami akan sentiasa mengupas lebih lagi apa yang kami pandang lalu menyampaikan pesanan yang semestinya berbaloi untuk
melatih banyak orang untuk lebih berpikir secara manusiawi.

Rekomendasikan 3 band yang harus saya dengar lagunya?

CHICK AND FOX, SCREAM FROM THE SMALl TOWN, dan GERODOK.

Terimakasih kerana sudah interview band kita. Segala salah, silap kata harap dimaafkan semoga kamu terus maju dan aktif di dalam scene semoga suatu hari nanti kita akan bertemu. Kirim salam buat teman-teman di
sana. (Y)

***

BACK FOR REVENGE links; Facebook, Reverbnation. Foto diambil dari akun facebook mereka lalu saya upload di instagram.

Terimakasih BFR, salam tersampaikan.

Advertisements