Bukan Resensi: Relationshit, Alitt Susanto

Seingat saya, terakhir kalinya saya membaca buku adalah setahun yang lalu. Itu adalah masa lulus sekolah menengah, sebelum sembilan bulan ke depan bekerja di Depok yang membuat saya malas dekat dengan buku. Membaca sih masih, tapi hanya membaca blog di internet.

Relationshit, menjadi buku pertama yang saya baca setelah masa jauh dengan buku itu. Relationshit dikarang oleh Alitt Susanto, ia blogger di shitlicious.com. Buku ini bergenre nonfiksi komedi. Berarti apa yang tertulis di buku ini bukan fiksi atau cerita karangan, tetapi cerita asli. Dan apa yang Alitt tuliskan di buku ini, renyah dan membuat saya dengan mudah beralih dari halaman satu ke halaman lain.

Di mulai dari part pertama, How I Met Her Mother yang lebih ke arah komedi. Walau garing. Tapi, karena ini kisah nyata, based on reality, saya turut berduka cita dengan kisah cintamu Litt. Astaga. Punya pacar yang ibunya pegawai MLM memang aneh, ya?

Part dua, berjudul Mencintai Si Jeni. Bercerita tentang cinta Alitt ke mobil  yang ia beli dari usahanya. Di bagian ini saya mengulang membacanya dua kali. Ah, betapa memalukannya pasti belagak sok tau di hadapan pacar yang sebenarnya lebih tau dari kita. :D.  Part dua itu nicely written, dan mengajarkan bahwa tidak sepantasnya kita memaksakan suatu keadaan yang bukan pada tempatnya. Apalagi dengan mobil yang sudah tua. Dosa besar! Dan punchline di akhir part ini, menonjok sekali. Sumpah!

Firasat adalah part sedih, part ke tiga dari buku ini. Berkisah tentang Alitt yang kehilangan sahabat semasa STM bernama Trisna, yang meninggal di Batam. Terbawa suasana saya teringat almarhum simbah saya, yang juga kisahnya mirip dengan Trisna. Hanya saja, sebelum kematiannya, Simbah saya yang meminta semua cucu-cucunya berkumpul bersamanya, telah terpenuhi.

Part keempat, Adik Gue Jagoan Gue, berkisah tentang Andi, adik Alitt yang kurang perhatian dan arahan. Part ke lima, Cinta Tapi Bungkam itu mirip sekali dengan kisah saya. Yah, intinya tidak baiklah memendam rasa cinta. Menyakitkan. Baik dari yang mencintai, atau yang dicintai. Ah sudahlah, lanjut, jadi menye-menye. Hahahaha. Part keenam, Bukan Cerita FTV, kurang lebih isinya sama dengan part sebelumnya, hanya saja yang diceritakan adalah Supri. Teman Alitt yang sukses dengan bisnis onlinenya.

Part tujuh Kalimat Ajaib Gita adalah kisah nyata para cowok seluruh Indonesia. Yah, cewek memang susah ditebak, dan sialnya cowoknya harus menebak isi hati cewek. Begini salah, begitu salah. Kalau buah ya simalakama. Walau sampai sekarang tak pernah saya liat bentuk buah itu macam apa.

Part delapan, Gue Adalah Anak Eyang bercerita tentang kedekatan Alitt dengan Eyangnya. Langsung lanjut saja, cerita pribadi soalnya. Part sembilan, sepuluh dan sebelas isinya tentang cinta yang gagal. Miris. Bisa dibilang sedih tapi mengundang tawa. Saya pernah LDR tetapi masih bertahan sampai sekarang. Yah, bukan bermaksut menggurui tapi kalau lagi LDR ya dituntut saling mengerti saja. Supaya langgeng. Misal, kalau dia ditelepon susah ya positif thinking saja. Dan kalau bisa, buang jauh-jauh rasa penasaranmu itu. Kadang itu membuatnya tidak nyaman.

Sekian resensi ala saya. Hahaha.
Walau resensinya terhitung telat karena filmnya sudah tayang di bioskop. Tak apalah.

Advertisements