Tentang Kampanye Seno-Said di Boyolali

Sepulang kuliah kemarin, jumat 4 Desember 2015, ada kampanye Seno-Said di Boyolali. Rame? Dwarr, parah. Seru? Tidak. Menganggu? Iyap betul sekali. Itu jalan umum dipakai setengahnya oleh massa pendukung Seno-Said. Menjengkelkan. Mana bawaannya sok pisan gitu. Mentang-mentang banyak mungkin personelnya. Atau memang begitu umumnya orang kalau jadi sekumpulan orang, entah massa pendukung seperti kemarin, klub motor, bawaannya menang sendiri.

Motor koplingan, knalpot blombongan, suara entah berapa desibel yang dihasilkan. Berisik sekali pokoknyalah. Dengar saja video instagram di atas. Itu yang merekam bukan saya, tapi ya massa pendukung Seno-Said.

Kemarinnya, dosen politik mewanti-wanti dan komen panjang lebar kalau hal seperti kampanye kemarin adalah bentuk kampanye yang harus dihilangkan. Dangdutan saja-lah. Oh, kemarin memang sudah dangdutan, sama Puan Maharani bahkan di Stadion. Tapi, ya tetap saja turun ke jalan membuat keributan, menuai kemacetan.

Memang sebetulnya diperbolehkan, ya? Bukannya menganggu ketertiban umum? Memang tidak ada pasal yang menyangkut hal ini. Kan saya juga bayar pajak. Jalan ya milik bersama. Kenyamanan juga milik bersama. Harusnya. Daerah yang steril di Boyolali kemarin, saya liat hanya di komplek Pemda Boyolali. Selain itu, wah.. bikin emosi saja-lah.

Tapi, saya, dengan ini menyatakan tidak akan memilih Seno-Said sebagai Bupati Boyolali. Lha orang saya tinggal di Semarang. Hahaha.

Posted from WordPress for Android

Advertisements