Kamu pernah seperti ini, mau menulis tapi bingung yang mau ditulis apa. Mau cerita tak ada teman diajak bercerita. Buset. Sebetulnya cerita bisa di blog, tapi rasanya tidak necis. Terlalu pribadi. Lagipula, siapa yang mau tau sama cerita hidup saya? Mending kalau artis. Siapa? Julia Perez atau Nikita Mirzani gitu, atau Verrel Bramasta?

Oke sekarang apa yang mau ditulis?

Tampilan blog saya baru. Oh, ya. Saya samain sama punyanya Jimi Multhazam! Wahaaaa. The Coraline Theme, tapi tentunya ala saya. Kolom rekomendasi musik saat ini adalah Pathetic Waltz, band asal Solo yang lagi saya suka sekarang. Saya pakai embed dari Bandcamp karena bagus tampilan embed-annya. Kalau pakai Soundcloud kurang necis euy! Sedang Reverbnation WordPress tidak support. Yasudah, jadilah saya pakai lagu demo dari Pathetic Waltz saja.

Di atas ada menu; Beranda, Meet The Band’s, Me On Kaskus, dan Also On Tumblr. Beranda secara otomatis fungsinya sama seperti Gambar header, menuju homepage blog ini. Meet The Band’s adalah kumpulan postingan blog wawancara dengan band. Band yang ditulis di sini, hanya yang saya kenal dan saya suka, sangat subjektif-lah. Atas nama blog! Hahaha. Band underrated. Me On Kaskus adalah link menuju Kaskus saya. Yah, orang baru di Kaskus. Newbie. Bukan Facebook karena jenuh juga pakai Facebook. Kalau pakai Kaskus-kan lebih Indonesia kesannya. Cinta produk dalam negeri. Hahaha. Dan bikin pintar! Serta bermanfaat menambah pengetahuan saya. Sundul gan! Also On Tumblr jika di-klik akan menuju ke laman tumblr saya. Tidak diberi About karena tidak penting dan saya belum jadi siapa-siapa. Sepertinya juga, Gravatar di sidebar kanan menjelaskan semuanya.

Lalu apa, apa ya.

Oh, ya, saya ada sedikit tulisan acak yang kemarin saya tulis. Ceritanya, ini atas nama pengin tau rasanya jadi novelis, menulis tiap hari. Saya buat satu tokoh, membiasakan menulisnya tiap hari. Eh, baru berjalan dua hari sudah malas melanjutkannya. Berikut tulisannya.

Sudah lama saya begini. Begini dalam artian terjebak dalam kebodohan akitifitas yang membosankan. Saya ingin hidup yang lebih berarti. Saya ingin cari masalah di luar sana. Saya tak mungkin terus begini di saat banyak teman-teman yang membuat saya iri dengan pencapaian mereka. Dengan kehidupan yang mereka jalani sekarang.

Malu, malu adalah hal klasik dalam diri saya yang selalu mengekang. Ia bagai teman baik saya. Saya ingin ke luar, bebas, tidak lagi terkungkung dalam kamar sempit nan gelap ini selama masa muda saya. Kenapa saya begitu malu? Begitu pendiam? Sulit terbuka untuk teman baru, hal baru. Saya selalu ingin bermalas-malasan. Di kamar, tiduran, berkeluyuran di internet. Setan apa dalam diri saya yang membuat saya enggan ke luar.

Saya hampir tidak melakukan apa-apa sebulan penuh ini. Liburan betul-betul membuat saya bodoh. Di rumah. Tak ada pemasukan. Stagnan. Bahkan berkurang. Sialnya saya nyaman dengan kondisi ini. Saya harus memaksa diri sendiri untuk ke luar, mencari hal baru, kerjaan baru. Monster dalam diri saya harus ke luar. Ia serupa meriam yang harus diledakkan sekarang. Seorang prajurit adalah prajurit di medan pertempuran, bukan duduk santai di rumah.

Saya harus ke luar rumah. Berkumpul dengan banyak teman. Mengikuti aktifitas sosial yang sering saya lenakan. Tidak malu bertemu oranglain dan mengajaknya berbicara. Lebih talkative. Lebih sigap. Berolahraga. Mendirikan apa yang harus saya dirikan, dan memang itu adalah kewajiban saya selaku muslim. Mengurangi jam tidur yang selama ini hanya sebagai pengisi waktu luang. Belajar.

Saya tidak mau tau saya harus lebih aktif sekarang.

Hehehe. Sudahlah. Sudah malam.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

4 responses to “

Comments are closed.