Class Musik Hits Community Boyolali

image

Flyer Class Music Hits Boyolali

Saya menyaksikan acara ini minggu lalu. Ini karena ada nama My Dinner Daze yang meramaikan acara itu. “Ah, asyiklah. Ada My Dinner Daze” kebetulan minggu kosong tak punya kerjaan. Daripada luntang-luntung di rumah mending nonton saja-lah.

Dari jauh hari, saya sudah pesan tiket presale sama teman yang kebetulan juga ngeband di sana. Band dia bernama Goodbye Sunday, katanya beraliran ska/reggae. Saya sendiri belum menyimaknya. Tiket masuk reguler Rp. 25000 itu plus sebungkus rokok Class Mild karena memang rokok itu sponsor utama acara ini.

Acara mulai pukul 12.00 siang. Banyak band baru yang tampil di sini. Mereka mencoba peruntungan tampil di sini. Saya datang pukul 01.45 siang, saat itu tampil band yang saya lupa namanya mengcover lagu-lagu Alone at last. Saya suka. Saya maju ke mulut panggung sendirian. Berjoged ria, masa bodoh diliat seisi gor. Sok asyik saja-lah. Kebetulan, yang dimainkan adalah “Jiwa”, wah saya suka saya suka. Hahaha.

Selepas band itu, acara jadi kurang menarik. Banyak band yang tampil seperti iseng saja, seperti sedang latihan. Sok asyik dan menurut saya sibuk menata attitude supaya terkesan hebat. Blah!

Band utama tampil selepas break magrib. Daripada saya bosan sendiri saya mengajak teman pulang. Istirahat makan, dan mencharge handphone yang sedari acara belum mulai sudah mati. Sebetulnya, saya sudah di Boyolali sejak jam 09.00 pagi. Roy, teman saya yang menggilai Revenge The Fate, meminta saya menemani membeli kaos dan topi di distro daerah sana. Distro pertama di dekat MAN 1 Boyolali, distro kedua ada sedikit masuk ke dalam pedesaa, Garasi Store namanya. Toko kecil yang koleksinya belum lengkap tapi bagus-bagus! Garasi store juga ikut andil dalam acara Class Music yang saya tonton.

Jam delapan malam saya kembali ke GOR Pemda Boyolali. MC wania malam itu hot sekali, pikir saya. Dewasa tapi kekinian. Ah saya bingung mendeskripsikannya. Saat itu, arena penuh crowd. Bangku penonton hanya diisi crowd wanita dan muda-mudi yang pacaran. Meriah sekali malam itu. Geblek Rentenk main. Saya ikut andil di arena bergumul dengan crowd lain. Tak penting tau lagunya atau tidak yang penting suka-suka.

Saat My Dinner Daze main, saya makin bersemangat. Lagu “Shandy Namamu”, “Fight Your Destiny” mengalun megah di GOR. Crowd bersorak, saya berteriak. Saya salah kira kalau anak kota susu tidak banyak yang tau band easycore asal Salatiga ini.

Selepasnya ada tiga band lainnya. Saya istirahat di bangku penonton. Kecapekan. Hahaha. Band terakhir malam itu adalah Tanpa Batas. Bisa dibilang mereka tuan rumah acara itu. Sambutan buat mereka meriah sekali. Saya baru sekali menyaksikan mereka. Dan, saya memang saklek kurang sreg menerima lagu “Tante Vira”. Ah, aneh. Hahaha. Atau saat lirik ini berkumandang,

Pergilah kamu dengan tunanganmu
Yang telah dijodohkan oleh orang tuamu
Kusudah bosan merasa terabaikan
Sangat dilecehkan dasar orang tuamu memang as..

Posted from WordPress for Android

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s