Menghabiskan Malam Minggu di acara “Pria Itu Moshing Bukan Dancing”

Malam minggu kemarin (16/5), XtremeMerch menggelar acara bertajuk “Pria Itu Moshing Bukan Dancing” di gedung Ramanda, Depok. Ini adalah acara yang saya dapatkan dari timeline twitter! Kalau melihat twitter, sepertinya acaranya ramai. Tapi, setelah langsung terjun ke venue, wah, ini mah masuk kategori sepi.

image

Kalau acara ini diniatkan untuk prinsip ekonomi, rasanya Xtreme Merch gagal. Karena, saya kira, jumlah penonton yang membayar tiket, dengan yang menonton gratis, baik dari pihak Xtreme sendiri, kru band, soundman, dan pihak pengamanan bisa dibilang sedikit. Nah, kalau menyebut acara ini digelar untuk having fun, baru bisa dibilang sukses.

Apalagi sewaktu Radang Kelamin tampil. Saya sendiri, dari semua band yang tampil, tak ada satupun yang tau. Bahkan, mendengar namanya belum. Nama semacam Cranium At Hell saja yang dari Semarang, baru saya kenal kemarin. Saya ini orang Salatiga yang tak tau ada band bagus dari Semarang! Anjir.

Saya datang pukul 08.00 pm saat Dbojong Knyote (betulkah tulisannya begitu?), saya kira gitaris band ini kurang latihan atau terlalu grogi sehingga banyak mis saat memainkan melodi. Lalu, stage diambil alih oleh Herboren. Band ini cukup membekas buat saya, vokalisnya yang bongsor itu suaranya cempreng sekali! Haduh, jadi sangsi suara cemprengnya mungkin mengalahkan pacar saya saat marah. Hahaha.

Herboren kelar gantian Cranium At Hell dari Semarang. Ini semacam reuni. Karena, saya juga dari Semarang. Hahaha. Iki bocahku dewe. Cranium At Hell melakukan ritual wajib band Solo dan Semarang dan sekitarnya, membagikan stiker!

Stiker dilempar di saat yang salah! Crowd sepi saat itu. Tak ada yang namanya rebutan seperti event di Solo atau Salatiga, yang ada, stiker cuma jadi pemanis yang telak terlalu manis. Hambar. Tapi, untuk promosi, rasanya band-band Depok juga harus menirunya. Ada semacam pride loh saat fans menempel stiker kalian. Entah di helm, motor, internet, atau di kamar.

“Perkenalkan kami Young Blood dari Lampung. Khusus lagu pertama kami mau cover Asking Alexandria. Silakan maju ke depan” sapa sang vokalis. Dan lagupun dimainkan.

Tak banyak yang saya dapatkan dari Young Blood karena saya kira mereka kebanyakan mengcover lagu malam itu. Malam itu, Bipolar tak jadi tampil. Kata si Mc Tiara Cilik sih mereka kena kecelakaan. Tapi, masalah Bipolar tidak jadi tampil terobati saat Rival Attack tampil maksimal. Crowd penuh sesak maju. Saya terbawa suasana. Here we go to mosh!

Kilometer tampil pukul 09.45 pm! Dan crowd makin tak terkendali. Mik si vokalis direbut. Si vokalis gantian jadi penonton, dia ikut liar bersama crowd! Sungguh bersahaja. Ini catatan iseng untuk Kilometer, “Hei, roadies kalian cantik-cantik! Sumpaaah!”

Jeda 15 menit diisi Mc Tiara. Kali ini dia tidak garing seperti sebelumnya. Dia tau, crowd kebanyakan lelaki, sedikit dijejali pembicaraan seks saja suasana jadi tidak sepi.

“Cek-cek-cek, memek basah-memek basah”

Radang Kelamin mengambil alih. Lagu pertama saya tak tau. Yang jelas, ini band selangkangan. Ah, saya tak paham dengan mereka. Tak tau dari mana insipirasi mereka membangun image band seperti itu. Dan lagunya, hahaha, very funny. Entah kenapa mereka membuat lagu tribut untuk Mak Erot. Atau lagu dengan durasi empat detik berjudul “Kontolku Galau“, ataupun “Buanglah Peju Pada Tempatnya“.

Weird!

Acarapun ditutup. Saya lupa pukul berapa. Terlalu malas membuka handphone melihat jam. Yang jelas, acara ini tak membuat malam minggu saya kelabu.

Advertisements