Kenangan Bersama “Puritan” HOMICIDE

Adalah bagaimana manusia menyebut nama Tuhan-nya
Tebas dulu lehernya baru beri dia kesempatan untuk bertanya
Pastikan setiap tema legitimasi agama seperti hak cipta
Agar dapat kucuci seluruh kesucianmu dengan sperma

[Penggalan lirik “Puritan” karya HOMICIDE]

SMP kelas 2 pelajaran Bahasa Indonesia, ISMI HANDOYO. Semua siswa diberi tugas membuat puisi tema bebas di rumah. Saya, yang tak pintar berpuisi mengutip 15 baris lirik dari lagu Rap HOMICIDE ini. Hahaha. Waktu mendengar Soloradio kala itu, Stephanus Adjie memutar lagu ini di Soloradio. Entah dapat wangsit apa, saya mencopy-paste-print lagu ini, lalu saya salin di rumah. Saya bubuhi di atas puisi ‘colongan’ ini dengan nama saya.

Ah, keren. Liriknya keren. Bahaya!

Seminggu kemudian, puisi dikumpulkan. Pak Ismi memanggil nama saya meminta puisi dibacakan di depan kelas. Setelah selesai Beliau bertanya, “Jadi, apa maknanya? Coba jelaskan!”

Di depan kelas, saya kalang kabut saya kebingungan.
Bahkan, sampai sekarangpun, saya masih kesusahan jika ditanya “Apa intrepetasi dari lagu ini?”.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s