Tentang “Tertawa Tanpamu” My Everlasting Dear

Single ini, pertama kali saya dengar sewaktu SMP di masa pencarian jati diri [heck, sekarang masih]. Pertama dengar dan jatuh cinta. Alunan melodi, liriknya yang frontal, dan suara scream di detik-detik terakhir jelas menjadi magnet utama single ini.

Sialnya, saya belum pernah menyaksikan aksi panggung mereka. Bahkan di kota asal mereka, Solo, sekalipun. Tak pernah saya menjumpai pamflet mereka ikut memeriahkan gigs di Solo.

Band ini misterius buat saya. Tapi, “Tertawa Tanpamu” memikat saya.

Terima kasih untuk Aria Pambudi, penyiar 92.9 fm Soloradio yang telah mengenalkan single ini di tahun 2011 lalu.

Advertisements