SPECTRE, Central Intelligence, OM PMR dan “Distance” Asteriska

Kemarin harusnya hari pertama kuliah, tapi saya yang tidak betah menunggu akhirnya pilih membolos. Tidak sendirian sih.

Karena fakultas sedang masa akreditasi, mahasiswa HI diminta berangkat pukul 07.30 tepat. Di jam itu katanya akan ada asesor, jadi kami diminta menyiapkan yang ‘baik-baik’.

Sampai pukul 10.30 asesor tidak nongol juga. Tiga jam terbuang sia-sia.

Lalu Jalu datang. Dia mahasiswa ber-IP satu (salah satu mahasiswa yang tidak patut dicontoh. hahaha). Mengajak sohibnya, saya dan Riza alternatif: bolos. Yasudah, kami iyakan.

*

Bolos versi kami hanya diisi dengan nonton film. Ada dua film yang ditonton.

Pertama, “SPECTRE” yang dibintangi oleh Daniel Craig. Film mata-mata yang membingungkan. Kedua, “Central Intelligent” sebuah film aksi komedi yang menarik.

Ada sisi tentang persahabatan yang mengagumkan di film ini. Pelajaran moril lainnya, prestasi akademik tidak menjamin kesuksesan seseorang.

Di film itu, bintang utamanya yang saya lupa namanya adalah pelajar terbaik saat SMA. Tapi, 20 tahun kemudian ia hanya menjadi akuntan. Sedang temannya yang lain sudah menemukan kesuksesannya.

Lalu ia bertemu Bob Stone, si gendut yang ia tolong saat ditelanjangi oleh temannya dan dijadikan olokan satu SMA. Bob mengingat kebaikan itu.

Bob-lah yang akhirnya membantu mendefinisikan arti sukses untuk bintang utamanya. Karena setelah duapuluh tahun, ternyata si Bob menjadi agen CIA bertubuh super atletis.

*

Sebelum menonton film, saya dan Riza sempat ke Lokananta. Untuk cuci mata koleksi CD Lokananta yang baru.

Lokananta.

Yang dicari tak ada, kami ke Belukar. Yang dicari ada di sana.

Saya membeli mini album OM PMR “Orkeslah Kalau Bergitar” dan Riza membeli album Asteriska, musisi cantik pujaannya, berjudul “Distance”.

*

Malamnya, saat menulis ini (pukul 02.00 am), grup kelas mengabari bahwa kelas di mulai minggu depan. Artinya minggu ini masih libur.

šŸ˜€

Leave a comment

Filed under Journal