Wismilak dijual setelah 13 hari ditangan

Saya beli Wismilak per 12 Juni kemarin. Tepatnya setelah ADMG juga dilepas (baca pos ini). Dua minggu kurang. Sementara itu, per senin 24 Juni, semua saham di Wismilak dijual semua. Jadi, saya lepas WIIM (kode untuk Wismilak) dengan kenaikan 5%, itu sebelum sesi perdagangan pertama ditutup. Menit terakhir menjelang tutup, saham Wismilak naik 16%. Oke, saya kurang sabar. Bisa jadi. Tapi, niat pegang jangka panjang Wismilak memang saya akui tidak ada. Saya beli untuk dilepas jika naik 3% saja awalnya, jadi 5% itu sudah melebihi ekspetasi saya. Lantas harganya naik ke 16% ya saya biasa saja. Awalnya. Iya, awalnya. Lantas saya mendalami lagi Wismilak baik-baik. Baca fundamentalnya. Masuk kategori bisa jangka panjang. Dividen rutin. Ditambah fakta bahwa saya tidak punya emiten di sektor konsumer. Saya mungkin akan beli saat harganya turun ke 234 lagi.

Medium yang tepat

Selamat datang kembali di blog ini, setelah tutup beberapa minggu akhirnya dibuka kembali. Ini pos ketiga semenjak ditutup, dan.. Seth Godin yang bikin saya aktifkan blog ini kembali: “The Appropriate Medium“. Setelah beberapa penyesuaian seperti fitur komentar yang ditutup dan tombol likes yang juga dihilangkan, blog ini resmi dibuka kembali. Hal-hal itu bisa membuat saya nyaman menulisi blog ini. Jadi, yes, show masih berlanjut.

MBSS pacu diversifikasi

PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) berharap dapat mencatatkan laba pada tahun 2019 setelah selama empat tahun beruntun terus merugi. Wakil Direktur Utama MBSS Lucas Djunaidi mengatakan, untuk mencapai target itu, pihaknya akan mengevaluasi aset serta melakukan diversifikasi.

Dia menjelaskan, diversifikasi yang akan dilakukan adalah memperluas layanan pengangkutan komoditas lain seperti timah dan minyak. Di sisi lain, MBSS tengah melakukan efisiensi dengan tidak menambah kapal baru pada tahun ini. “Kami sudah tambah sembilan hingga sepuluh kapal baru tahun lalu. Tahun ini kami optimalisasi yang ada,” ujarnya. Tahun lalu, MBSS harus merogoh kocek hingga US$ 27.2 juta untuk membeli kapal baru.

MBSS juga mengincar beberapa kontrak dengan perusahaan tambang. Terbaru, pada Mei 2019, MBSS menandatangani kontrak dengan PT Cotrans Asia senilai US$30 juta. Strategi tersebut diharapkan dapat mengerek pendapatan 15% – 20% dari tahun lalu sebesar US$75.38 juta.

Ini dari laporan Aloysius Brama, “Strategi Emiten Pelayaran Pacu Kinerja” untuk Kontan edisi 24 Juni 2019. MBSS sendiri sudah menjadi bagian dari porto saya, walau sempat dijual beberapa bulan lalu.

Duo progresif, OVO dan Jenius

Ceritanya dapat WiFi, Playstore mengisyaratkan beberapa aplikasi musti ada update-nya. Saya update di antaranya OVO dan Jenius. Di OVO mungkin fiturnya kurang lebih sama. Cuma beda di, sekarang kalau transfer ada ‘favoritnya’, dulu tidak ada. Jadi tidak perlu ribet ngetik ulang nomor rekening bank tujuan. Saya biasa gunakan OVO buat setor dana ke rekening saham. Atau bayar tagihan dan beli pulsa di Tokopedia –biar dapat cashback.

Sementara Jenius, lebih progresif. Ada fitur Saldo Mata Uang Asing. Jadi, nasabah bisa menyimpan dana dalam bentuk dollar Amerika, dolar Singapura, dan yen Jepang. Ada syarat khusus mengaktifkannya yang gak terlalu ribet. Dilayani dari aplikasi langsung. Saldo mata uang asing tersebut terhubung langsung ke saldo utama. Ini betulan kerennya sih.

Distempel Label Vietnam

Ini artikel singkat di Harian Kontan Edisi 12 Juni 2019.

Sejumlah pengusaha China dan Vietnam berusaha mengakali tarif impor yang dikenakan Amerika Serikat dengan cara curang. Sejumlah produk buatan China dibubuhi label buatan Vietnam agar bisa lepas dari jeratan tarif impor.

Seperti diberitakan Reuters, Bea Cukai Vietnam telah menemukan sejumlah kasus semacam itu. “Pemalsuan asal-usul dan pengiriman barang secara ilegal paling sering terjadi di sektor tekstil, makanan laut, produk pertanian, ubin, madu, baja dam besi,” kata Bea Cukai Vietnam.

ADMG, keluar dari porto

Porto pribadi saya rombak. Polychem Indonesia, yang ticker code-nya ADMG, kemarin saya jual seutuhnya. ADMG adalah perusahaan terafiliasi Sjamsul Nursalim, yang juga terafiliasi ke Gajah Tunggal (GJTL). Nama Sjamsul Nursalim, sekarang statusnya sudah tersangka di kasus BLBI. KPK yang menetapkannya. Polychem, adalah perusahaan baik yang kondisinya merugi, tapi ia mampu membayar hutang-hutangnya. Secara fundamental baik. Kemarin, saat sahamnya merangkak naik, saya jual. Profit 5%. Walau di akhir sesi perdagangan, turun ke posisi naik 0.8% saja. Seorang value investor yang baik musti lihat apakah perusahaan memiliki Good Corporate Governance (GCG) yang baik atau tidak. Posisi saya di ADMG ini cukup besar, sekitar 24% dana di porto. Lebih baik bersikap defensif dulu. Wait and see. Mungkin akan dipindah ke saham yang lain. Ke konsumer. Salah satu kandidat yang masuk, adalah produsen rokok, Wismilak.

Yang Azali

Saya lagi dengar ceramahnya Gus Muwafiq di Youtube yang mengarahkan ke membaca sekilas riwayat Rabi’ah al Adawiyyah, yang merupakan sufi wanita, dikenal karena kesucian dan kecintaannya pada Allah.

Salah satu syair yang ditulisnya.

Ya Illahi! Jika sekiranya aku beribadah kepada Engkau karena takut akan siksa neraka, maka bakarlah aku dengan neraka-Mu.
Dan jika aku beribadah kepada Engkau karena harap akan masuk surga, maka haramkanlah aku daripadanya.
Tetapi jika aku beribadah kepada Engkau hanya karena semata-mata kecintaanku pada-Mu, maka janganlah, Ya Illahi, Engkau haramkan aku melihat keindahanmu yang azali.

Puisinya mudah dipahami. Tapi, apa ya, pengejawantahannya akan sulit. Yang kita harap setelah beribadah, melakukan hal-hal yang baik adalah reward yaitu surga. Ikhlas. Apa kita akan menanyakan keputusan Tuhan. Misal, kita berjalan sesuai aturannya, bertindak baik, tidak melukai manusia lain, bermanfaat bagi manusia lain, tapi dimasukkannya ke Neraka? Beribadah karena tidak mengharapkan apa-apa selain ridha illahi? Bagaimana melakukannya?

Kalau bisa investor asing masuk lewat Foreign Direct Investment

Capital inflow atau aliran dana asing yang masuk ke pasar domestik dari awal tahun hingga awal Mei 2019 mencapai Rp. 132.4 triliun, aliran dana asing ini masuk melalui instrumen investasi di pasar keuangan seperti Surat Berharga Negara (SBN) dan juga pasar saham.

Dari IDX Channel di Youtube, “Mengulik Investasi Asing yang Kembali Masuk ke Indonesia”.

Kata penyiarnya, “Kalau bisa investasi asing yang masuk ini bukan hanya ke Surat Utang Negara atau SBN. Kalau bisa itu masuk lewat foreign direct investment, dalam artian ini investasi langsung untuk bisa lebih menggerakkan roda perekonomian di dalam negeri.”