Ukraina tak mengizinkan televisi nasional menyiarkan pertandingan piala dunia

Seiring ketegangan dengan Rusia, pemerintah Ukraina tak mengizinkan televisi nasional mereka untuk menyiarkan pertandingan-pertandingan Piala Dunia 2018. Alasannya, mereka khawatir Rusia akan menyusupinya dengan propaganda-propaganda. Federasi Sepakbola Ukraina juga tidak memberikan izin kepada para jurnalis di sana untuk melakukan liputan ke Rusia. Bahkan beberapa politikus di negara tersebut menyerukan pemboikotan terhadap Piala Dunia.

Walau berbagai pembatasan dilakukan oleh pemerintah, gairah publik Ukraina dalam menyambut Piala Dunia tetap besar. Hal ini membuat dua saluran televisi di Ukraina memutuskan untuk tetap menyiarkan Piala Dunia. Dilaporkan juga oleh New York Times, sebanyak 6.000 fans sepakbola Ukraina memutuskan untuk pergi ke Rusia guna menyaksikan Piala Dunia secara langsung.

Ketegangan Rusia – Ukraina di tengah pesta bola termegah di dunia oleh Rio Pangestu di PanditFootball, “Piala Dunia Menghentikan Sejenak Nestapa di Perbatasan“.

Advertisements

Rapiscapitalist

I found an interesting link saved offline on my Opera browser, ‘Rap is Capitalist‘ by Noah Smith. You have to read fully, although Noah wrote it in 2015.

Sendok di mulut, onak duri di sekelilingnya

Menyangkal pengaruh atribut sosio-ekonomi pada individu adalah menyangkal jalannya roda sejarah.

Roda sejarah menyebabkan segelintir orang lahir dengan sendok perak di mulutnya.

Roda sejarah pula yang menyebabkan beberapa gelintir orang lain lahir dengan onak duri di sekelilingnya.

Jika kehidupan anda lebih baik dari mayoritas orang lain karena anda dilahirkan dengan situasi tersebut, apakah anda menganggap bahwa lotere kehidupan yang anda menangkan datang begitu saja dan orang lain yang tidak dilahirkan dalam keadaan serupa hanya kurang beruntung semata?

Karena jika faktor tersebut hanya didasarkan pada faktor beruntung/sial, maka tesis bahwa semua orang memulai dari start yang sama dengan sendiri telah dinegasikan.

Pangeran Siahaan, “Tidak Semua Orang Memulai dari Titik yang Sama“.

Being queer is a lot more than being attracted to men

Malam takbir ini benar-benar berkesan

Itu ucap seorang kawan yang saya hargai dengan baik. Saya kerap kali memikirkan yang tidak-tidak; perdamaian dua Korea, ISIS, terorisme dan politik luar negeri RI. Sebab itu saya abai untuk mencakapkan diri pada hal-hal lain, mesin misalnya. Jika motor mogok saya seperti biasa bergantung pada bengkel terdekat. Bergantung pada uang yang dimiliki untuk membayar jasa yang membantu. Bila ke luar malam, entah motor atau mobil dan tak bisa membetulkan, apalagi bersama perempuan; pacar misal, saya menjelma laki-laki yang banci sekali. Saya tak bisa memecahkan teka-teki mesin mogok dengan teori-teori HI yang saya pelajari di bangku perkuliahan, saya mendapatkannya di bengkel-bengkel yang tak saya perhatikan dengan seksama: tanya ini-itu.

Selamat lebaran!