Prabowo Subianto “Tidak ada pemimpin pertempuran yang berhasil kalau tidak dicintai prajuritnya.”

Prabowo Subianto dalam wawancara eksklusif Rosi Kompas TV: “Itu bagian dari hidup. Kalau kita lihat sejarah, lihat budaya, Kira diajarkan bahwa hidup ini selalu pertentangan antara yang membela kebenaran dan yang membela ketidakbenaran. Kalau dalam pewayangan itu Pandawa dan Kurawa. Good versus evil. Dan saya selalu ingin membela kebenaran, saya tidak suka macam-macam.”

“Hasilnya, kawan-kawan saya yang lebih kuat, lebih pengaruh, yang lebih tega selalu mengatakan Prabowo pemarah, Prabowo anti demokrasi, Prabowo pelanggar HAM dan lain-lain. Dan saya sudah buktikan bahwa saya pro-demokrasi.”

“Saya beritahu, kalau kita pimpin prajurit tempur, mereka itu punya senjata semua, kalau kita pemarah tanpa alasan di daerah pertempuran, apa bisa dibedakan mana peluru dari musuh dan mana peluru dari anak buah?”

“Baca sejarah, tidak ada pemimpin pertempuran yang berhasil kalau tidak dicintai oleh prajuritnya. Kita memimpin mereka menghadapi maut. Bayangkan. Anda tidak bisa bayar orang menghadapi maut; ini saya kasih kau seratus juta kau mati di situ. Dia ambil seratus juta dia tidak mau mati di situ. Iya kan?”

“Tak ada manusia yang mau mati untuk uang. Dia mati untuk cita-citanya. Jadi, memang itu fitnah. Ternyata para Kurawa, para koruptor itu tidak suka. Para calon pemimpin muda yang setia pada cita-cita demokrasi, sering dihabisi. Ya itu resiko kita, ada di mana-mana.”