Bayar SPP telat, kena denda

Tidak tahu di Universitas lain bila telat bayar SPP dan SKS seperti apa. Baru-baru ini, kampus saya menerapkan kebijakan baru; telat SPP sebulan dikenakan denda 5% dari total yang dibayarkan; telat dua bulan denda 10%; telat 3 bulan denda 15%; telat 4 atau lebih, resiko tidak terdaftar sebagai mahasiswa aktif pada semester itu.

Kemarin, ada demonstrasi di kampus. Pasti anak-anak DEM yang mengadakan kalau ini. Tidak tahu apakah ini akan mengubah keputusan atau tidak. Tapi saya, yang ternyata SPP-nya juga telat, langsung bayar kemarin juga. Metodenya pun berubah, dulu setor atau kirim ke BNI Slamet Riyadi Surakarta. Sekarang diberi Virtual Account masing-masing.

Saya juga banyak tidak setujunya sih. Karena yang telat bayar, mayoritas kan pasti keuangannya sulit. Ini malah ditambahi beban.

Pas tanya ke mahasiswa di universitas lain, ternyata kampus mereka telah menerapkan aturan yang sama. Telat bayar kena denda. Ada dua hal sih; pertama, saya harus cepat mengebut skripsi. Dan kedua, jangan main-main soal pembayaran SPP kampus.

Oh ya, catatannya: kampus saya swasta.

Advertisements

Bantai saja itu Chelsea di Carabao Cup

Kemarin, meski bermain di kandang, Chelsea kalah dari United. 0 – 2. Ander Hererra dan Paul Pogba yang menyumbang gol. Saya baca artikel, di Tirto mungkin, rumornya Maurizio Sarri akan dipecat kalau dua laga penentunya kalah. Satu, lawan United di FA Cup. Kedua, lawan City di final Carabao Cup. Pekan lalu, the Blues dibantai 6 – 0. Seolah tim papan ketiga. Sebab saya sekarang mendukung City, mintanya ke Pep, bantai saja itu Chelsea.

#TimNasDay #AFFU22

Update:

My schedule is driven by the sports leagues

Would you consider betting sports to be your primary career and source of income? What is your normal schedule/day like throughout the course of the year and sports seasons? Feel free to elaborate as desired.

Absolutely. Betting on sports, and earning interest and dividends on those resulting profits, are my only sources of income. Like most other jobs, mine has both weekly and annual rhythms. My schedule is driven by the sports leagues: I’m typically working when there is an NFL or NBA game on. And like a teacher, I get July and August off, when those leagues have a break in common.

What was your primary motivation in moving abroad and why? What factors affected your decision to move?

It’s really very simple: I moved to Costa Rica in order have the legal standing to access the entire global market in sports betting. You just can’t do that in Canada. Costa Rica is a special kind of jurisdiction – it has created a global niche for itself in facilitating this type of work. Nobody is afraid to do business here, while other jurisdictions tend to be more conservative.

Kinda interesting interview. Read full here.

Belajar mengontrol emosi dengan betting online

Kalau pembaca masih ingat. Saya pernah beberapa kali pos di sini tentang olahraga favorit saya: sepakbola. Nah, rentang waktu itu, saya sedang giat-giatnya cari berita bola, analisis detail, agar keputusan betting saya benar dan bisa dipertanggungjawabkan. Ya, saya betting online.

Alasannya satu, sebelum investasi banyak uang di saham, saya harus belajar mengontrol emosi. Pasar penuh ketidakpastian. Sepakbola juga begitu. Kan bola bundar.

Saya lalu mengalokasikan sejumlah dana untuk masuk ke rekening betting. Tak banyak, sekitar 15% untuk bet beberapa kali. Beberapa pertandingan berjalan sesuai rencana. Di awal saya banyak menangnya, lalu ambil risk lebih dengan pasang bet di liga antah berantah. Saya jadi greedy.

Waktu Jepang kalah dari Qatar di final Piala Asia, itu di luar ekspetasi. Ingat: bola itu bundar.

Sisi lainnya, di awal, saya menang besar. Itu di piala FA. AFC Wimbledon mengalahkan West Ham United 4 – 2. Kalau dalam persen, kemenangannya hampir 96% dari nilai bet. Mungkin ini penyebabnya saya jadi greedy. Rakus. Karena merasa menang lalu tidak memedulikan money management.

Sampai akhirnya saya kalah, dan dana untuk betting, yang 15% itu sudah menipis, saya berhenti. Sampai sekarang. Tapi ada yang saya pelajari. Pertama, jangan jadi rakus – pakai nalar. Manchester City sekarang lagi naik daun, sulit dia akan kalah karena harus jaga tren kemenangan agar kuat tetap di kasta tertinggi Premier League. Kedua, kontrol emosi. Terutama di laga yang model bet-nya adalah 1X45. Saya menunggu agar siapa saja mencetak gol dan tidak kebobolan. Biasanya, saya pasang di tim home dan away. Dan kebanyakan hasilnya di babak pertama, imbang! Kalah besar.

Ketiga, saya tidak mengejar kekalahan. Padahal kalau mau ya. Bisa saya deposit lagi untuk betting. Tapi, saya nampaknya paham money management dan petuah mujarab dalam betting online: “Never Chase Your Losses”. Agar kalahnya tidak makin dalam.

Tapi, apapun ya, proses mengontrol emosi saya cukup berhasil. Saya gak terlalu mikirin pas bet saya ternyata kalah. Dan tidak terlampau meledak saat menyaksikan peluang mencetak gol yang kandas. Biasa.

Apakah di saham juga seperti itu nantinya? Ya tidak tahu, ya.

Screenshot-tan netizen

Ini memang musim politik, jadi agak sensitif. Sinyal baper sangat tinggi, sehingga kesentil dikit langsung pada ejakulasi.

Achmad Zaky pun sibuk klarifikasi dengan bikin twit-twit baru, yang malah jadi bahan ejekan. Dan dari timeline saya terlihat sudah banyak orang yang uninstall Bukalapak dengan emosional.

Sebagai seorang CEO, Achmad Zaky seharusnya tidak perlu terlibat dalam arus politik tegangan tinggi seperti ini. Netral-netral sajalah, seperti Nadiem Makarim dan founder startup lainnya. Kerja saja, karena memang di situ bidangnya.

Denny Siregar, Geotimes, “Blunder Achmad Zaky dan #UninstallBukalapak“.

 

Bisa baca Kontan, dapat analisis saham harian, dan cerita

Ada hal baru yang bisa saya lakukan tiap hari senin sampai jumat semenjak punya rekening saham: baca koran Kontan!

Tiap hari, versi PDF-nya selalu dikirim lewat WhatsApp di grup SPM yang kemarin ikuti. Lewat grup WA itu pula, tiap paginya, pihak Sinarmas Sekuritas memberi analisis hariannya. Entah itu buy, hold, atau sell. Tentu ada disclaimer-nya: semua keputusan balik lagi ke masing-masing individu.

Saya, biasanya sekilas baca analisis yang disediakan. Pertama, kurang mengerti. Kedua, setelah baca ‘The Intelligent Investor’-nya Benjamin Graham yang berpedoman pegang saham selama mungkin, membuat saya jadi khawatir trading harian. Ketiga, perlu banyak ilmu untuk trading harian, dan saya belum memilikinya.

Pedoman saya untuk investasi saham, hanya satu: beli saham perusahaan yang kamu suka dan paham bisnisnya. Saya baca laporan keuangan XL Axiata (EXCL), BNI (BBNI), BRI (BBRI), dan Multi Bintang Indonesia (MLBI).

Dari empat itu, yang saya pikir oke, adalah Multi Bintang Indonesia. Analisis sederhananya, saya sering jumpa produk dari MLBI di lingkup pertemanan. Walau hari-hari lalu, saya baca artikel, Komisaris-nya MLBI pasrah pendapatan usahanya turun 50%. Saya yakin sih, kalau produk MLBI akan jadi lifestyle ke depannya. Apalagi dengan varian bir nol alkohol.

Saya masih harus belajar banyak untuk memahami analisis seperti ini.

JSMR : BUY

JSMR mencoba breakout resistance trendline 5.150, jika berhasil break terbuka berpeluang melanjutkan penguatan dengan menguji resistance 5.275. Namun, jika JSMR gagal breakout di atas resistance 5.150 terbuka peluang mencoba support 5.000 dan 4.930. JSMR dilihat dari indikator MACD mengindikasikan pola downtrend dan Stoc OSC mengindikasikan pola uptrend. Pola Candle Chart membentuk pola White Spinning Top.

Last Price: 5.100 | Target Price: 5.257 | Entry Point: 5.100 | Stop Loss: 4.930

Atau, saya sudah paham tapi belum berani trading. Mungkin saya harus baca buku-buku tentang trading saham. Agar memiliki bekal. Atau baca-baca blog trading saham. Internet menyediakan begitu banyak informasi terkait hal ini sebetulnya. Saya hanya kurang pede.

BTW, dulu saya pernah habis gara-gara Forex. Itu menyebabkan saya gagal magang di KBRI China karena dana-nya saya gunakan untuk trading Forex lima menit. Bukan karena trading Forex-nya sih. Karena saya yang kurang memahami. Kurang literasi. Jadi, untuk kali ini, di saham, saya harus benar-benar serius memahami.